HOME
CATEGORY MENU
Friday, September 18, 2015
Thursday, July 2, 2015
Untuk Para Suami dan Istri, Baca Sampai Tuntas Kalau Berani
Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri
dan anak-anaknya pasti sudah tidur. Biar malaikat yang menjawab salamku,”
begitu pikirnya.
Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang
kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja.
Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk
membersihkan diri dan berganti pakaian.
Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota
keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas.
Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan
dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya.
Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari
kehadirannya.
Kemudian Amin duduk di pinggir tempat tidur.
Dipandanginya dalam-dalam wajah Aminah, istrinya.
Amin segera teringat perkataan almarhum kakeknya,
dulu sebelum dia menikah.
Kakeknya mengatakan, jika kamu sudah menikah nanti,
jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan maumu. Karena kamu pun
juga tidak sama persis dengan maunya.
Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya
karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda.
Bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.
Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu,
atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, maka
lihatlah ketika istrimu tidur….
“Kenapa Kek, kok waktu dia tidur?” tanya Amin kala
itu.
“Nanti kamu akan tahu sendiri,” jawab kakeknya
singkat.
Waktu itu, Amin tidak sepenuhnya memahami maksud kakeknya,
tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena kakeknya sudah mengisyaratkan untuk
membuktikannya sendiri.
Malam ini, ia baru mulai memahaminya. Malam ini, ia
menatap wajah istrinya lekat-lekat. Semakin lama dipandangi wajah istrinya,
semakin membuncah perasaan di dadanya. Wajah polos istrinya saat tidur
benar-benar membuatnya terkesima. Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi,
tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat. Pancaran tulus dari kalbu.
Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan.
Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi
yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.
Dalam batin, dia bergumam,
“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis yang
leluasa beraktivitas, banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Aku
yang menjadikanmu seorang istri. Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit.
Memberikanmu banyak batasan, mengaturmu dengan banyak aturan.
Dan aku pula yang menjadikanmu seorang ibu.
Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan. Mengambil hampir semua waktumu
untuk aku dan anak-anakku.
Wahai istriku, engkau yang dulu bisa melenggang
kemanapun tanpa beban, aku yang memberikan beban di tanganmu, dipundakmu, untuk
mengurus keperluanku, guna merawat anak-anakku, juga memelihara rumahku.
Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan
menyiapkan keperluanku. Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku, kau
tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku, kau buang egomu
untuk menaatiku, kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.
Wahai istriku, di kala susah, kau setia
mendampingiku. Ketika sulit, kau tegar di sampingku. Saat sedih, kau pelipur
laraku. Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku. Bila gundah, kau penyejuk hatiku.
Kala bimbang, kau penguat tekadku. Jika lupa, kau yang mengingatkanku. Ketika
salah, kau yang menasehatiku.
Wahai istriku, telah sekian lama engkau
mendampingiku, kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.
Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu?
Dengan alasan apa aku perlu marah padamu?
Andai kau punya kesalahan atau kekurangan, semuanya
itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan airmata.
Akulah yang harus membimbingmu. Aku adalah imammu,
jika kau melakukan kesalahan, akulah yang harus dipersalahkan karena tidak
mampu mengarahkanmu. Jika ada kekurangan pada dirimu, itu bukanlah hal yang
perlu dijadikan masalah. Karena kau insan, bukan malaikat.
Maafkan aku istriku, kaupun akan kumaafkan jika
punya kesalahan. Mari kita bersama-sama untuk membawa bahtera rumah tangga ini
hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Allah azza wa
jalla.
Segala puji hanya untuk Allah azza wa jalla yang
telah memberikanmu sebagai jodohku.”
Tanpa terasa air mata Amin menetes deras di kedua
pipinya. Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.
Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan.
Tak lama kemudian ia pun terlelap.
***
Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.
Aminah, istri Amin, terperanjat
“Astaghfirullaah, sudah jam dua?”
Dilihatnya sang suami telah pulas di sampingnya.
Pelan-pelan ia duduk, sambil memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.
“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatangannya. Hari
ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa. Sudah makan
apa belum ya dia?” gumamnya dalam hati.
Mau dibangunkan nggak tega, akhirnya cuma dipandangi
saja. Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya. Perasaan yang
campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya hatinya yang bicara.
“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi
imamku. Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari
anak-anakku. Begitu besar harapan kusandarkan padamu. Begitu banyak
tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.
“Wahai suamiku, ketika aku sendiri kau datang
menghampiriku. Saat aku lemah, kau ulurkan tanganmu menuntunku. Dalam duka, kau
sediakan dadamu untuk merengkuhku. Dengan segala kemampuanmu, kau selalu ingin
melindungiku.
“Wahai suamiku, tidak kenal lelah kau berusaha
membahagiakanku. Tidak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu. Sulit dan beratnya
mencari nafkah yang halal tidak menyurutkan langkahmu. Bahkan sering kau lupa
memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.
“Lalu, atas dasar apa aku tidak berterimakasih
padamu, dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu? Seberapapun materi yang
kau berikan, itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu.
Jika kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku,
tapi kesungguhanmu beramal shaleh membanggakanku.
Tekadmu untuk mengajakku dan anak-anak istiqomah di
jalan Allah azza wa jalla serta membahagiakanku.
“Maafkan aku wahai suamiku, akupun akan memaafkan
kesalahanmu.
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah azza wa
jalla yang telah mengirimmu menjadi imamku. Aku akan taat padamu untuk mentaati
Allah azza wa jalla. Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..”
Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina
qurrota’ayun waj’alna lil muttaqina imama. [Artikel ini disadur dari grup WA
Mu’amalah Syar’iyyah dengan beberapa perubahan]
Wednesday, March 18, 2015
Cara Mengatasi Ketergantungan Kopi
CaraMengatasi Ketergantungan Kopi - Secangkir kopi hangat merupakan hidangan paling
nikmat sembari membaca koran pagi. Namun ketika konsusmi kopi mulai menimbulkan
efek ketagihan, kebiasaan sehat tersebut bisa menjadi masalah karena tidak
mudah untuk menghentikannya.
Beberapa ahli mengatakan, konsumsi kopi masih akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan sejauh tidak melebihi 5 cangkir perhari. Pada takaran ini, kandungan antioksidan dalam kopi bisa membantu mencegah kanker dan juga memelihara fungsi otak agar tidak cepat pikun.
Namun jika konsumsi kopi sudah melebihi 5 cangkir apalagi sampai kecanduan, maka dampak negatifnya akan mulai muncul dan menutupi manfaatnya. Beberapa orang akan mengalami jantung berdebar, gelisah dan juga kadang-kadang lambungnya bermasalah karena tidak kuat dengan keasamannya.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kopi antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Dallasnews dan Detikhealth di bawah ini:
Beberapa ahli mengatakan, konsumsi kopi masih akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan sejauh tidak melebihi 5 cangkir perhari. Pada takaran ini, kandungan antioksidan dalam kopi bisa membantu mencegah kanker dan juga memelihara fungsi otak agar tidak cepat pikun.
Namun jika konsumsi kopi sudah melebihi 5 cangkir apalagi sampai kecanduan, maka dampak negatifnya akan mulai muncul dan menutupi manfaatnya. Beberapa orang akan mengalami jantung berdebar, gelisah dan juga kadang-kadang lambungnya bermasalah karena tidak kuat dengan keasamannya.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kopi antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Dallasnews dan Detikhealth di bawah ini:
1. Banyak minum air putih saat bangun tidur
Cara ini terbukti efektif mengurangi ketergantungan terhadap kopi, setidaknya menurut seorang ahli nutrisi dari Cornell University, Brian Wansink. Banyak minum air tiap pagi juga afektif meredam keinginan untuk mengonsumsi minuman apapun yang mengandung kafein, termasuk minuman bersoda.
2. Pilih pendekatan yang sesuai
Untuk mengobati ketergantungan, beberapa orang langsung menghindari kopi sama sekali sementara yang lain memilih untuk mengurangi sedikit demi sedikit. Pilih saja yang paling nyaman, sebab tidak ada satu pun yang terbukti lebih efektif dibanding yang lain.
Kalau biasa minum kopi 5-8 gelas sehari, mengurangi secara bertahap akan lebih menguntungkan karena bisa meminimalkan risiko sakaw atau withdrawal symptom. Sementara kalau cuma 2-3 gelas tiap hari, maka tidak ada salahnya langsung menghindari kopi sama sekali karena gejala sakaw biasanya hanya bertahan 2-3 hari.
3. Kurangi kadar kafeinnya
Cara lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap kopi adalah dengan mengurangi kadar kafeinnya, yakni dengan beralih ke half-decaffeinated lalu secara perlahan makin dikurangi hingga full-decaffeinated. Bisa juga dengan beralih ke teh hitam, yang memiliki manfaat sebanyak kopi namun dengan kafein lebih rendah.
4. Pilih kopi yang paling tidak enak
Jika tidak menemukan cara ampuh untuk mengurangi ketergantungan terhadap kopi, cobalah mengganti kopi biasa dengan kopi tertentu yang rasanya paling tidak enak dibanding yang lain. Trauma akibat rasa tidak enak bisa meningkatkan keengganan seseorang untuk kembali pada kebiasaan minum kopi terlalu banyak.

semoga bermanfaat buat anda semuanya.
Wednesday, December 24, 2014
Yuk, Menebak Kepribadian Seseorang Dari Foto Profil Facebook
Eh, tahukah Anda, Ladies. Ternyata foto yang ada di Facebook bisa menunjukkan karakter kita lho. Nah, mau tahu bagaimana karakter Anda ataupun orang-orang sekitar? Coba lihat yang satu ini.
Orang yang senang memajang foto seksi mereka ternyata cenderung memiliki kecemasan terhadap hubungan cintanya. Foto seksi yang mengundang perhatian orang banyak menunjukkan adanya ketidak-pedean dalam orang tersebut, sehingga berusaha menonjolkan diri untuk menutupi kekurangannya. Mereka juga memiliki sifat kekanakan dan sedikit bermasalah dalam menghadapi urusan cinta mereka sendiri.
Foto seseorang yang membuat bibirnya nampak seperti orang yang cemberut atau seperti mencumbu, menunjukkan dorongan dalam diri yang mendambakan keintiman maupun pasangan. Hal ini dilihat dari bibir yang digunakan untuk menggambarkan sensualitas. Orang seperti ini cenderung suka dengan sentuhan fisik seperti belaian, genggaman tangan dan sebagainya.
Orang-orang yang memajang foto artis idola merupakan orang yang suka berimajinasi dalam dunia fantasi. Namun ia lebih sering memendam mimpi-mimpinya dan tergolong orang yang kurang pede. Ia sedikit tertutup dan kehidupannya cenderung itu-itu saja.
Orang-orang seperti ini merupakan orang yang rumit karena sedikit sulit memahami apa yang ia inginkan. Orang-orang ini cenderung memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan penampilan. Kelihatan baik di luar namun belum tentu ia sedang baik-baik saja di dalamnya. Seperti halnya foto yang suram, kehidupan mereka pun cenderung misterius karena seringkali mereka menghadapinya sendirian.
Orang seperti ini memiliki sifat yang melindungi dan menyayangi. Orang-orang yang senang memajang foto bersama binatang peliharaan, pada umumnya adalah orang yang sayang pada keluarga. Mereka juga merupakan sosok yang ideal untuk membangun sebuah keluarga.
Orang seperti ini cenderung cepat mengambil keputusan sehingga kadang kurang teliti dengan resikonya. Mereka juga sering tidak puas dengan apa yang dimiliki maupun diputuskan dalam hidup mereka sendiri. Mereka sangat ingin mengetahui respon orang pada dirinya sehingga sering mengganti foto, hal ini juga menunjukkan bahwa orang tersebut kurang percaya diri.
Orang seperti ini merupakan orang yang senang melakukan kegiatan dengan melibatkan orang banyak. Memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik dan tipe orang yang terbuka. Memiliki kepercayaan diri yang cukup dan ingin diperhatikan oleh orang sekitar.
Jenis foto ini biasanya jarang menunjukkan seseorang yang menatap ke arah kamera. Biasanya orang seperti ini punya pendirian yang teguh, agak keras kepala dan tegas. Namun orang ini cukup percaya diri dalam hidupnya.
Orang-orang seperti ini sering menunjukkan aktivitas yang ia lakukan dalam hidupnya, karena mereka ingin dikenal lewat hal-hal tersebut. Mereka tipe yang kurang sentimentil sehingga terkesan serius dalam hidup, kurang peka dengan hal-hal yang berhubungan dengan perasaan.
Banyak cara mengetahui kepribadian seseorang
lewat hal-hal yang melekat dalam kehidupan mereka. Apakah hal-hal di atas
sesuai dengan Anda, Ladies? Kepribadian tidak hanya bisa dilihat dari satu sisi
saja, intip cara lain agar bisa mengetahui sisi lain seseorang. Semoga
bermanfaat.
Subscribe to:
Posts (Atom)

























